TUGAS JADI PRINT


KEGIATAN BELAJAR 1
KEKUASAAN

A.Pengertian Kekuasaan
French dan Raven mendefinisikan kekuasaan sebagai kemampuan potensial seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi yang lainnya didalam sistem yang ada sedangkan menurut Betrand Russel mendefinisikan kekuasaan sebagai the ability to produce intended  effects.definisi ini menunjukkan bahwa kekuasaan merupakan kemampuan baik yang digunakan atau tidak,untuk menimbulkan kejadian tertentu atau pengaruh seseorang atau kelompok melalui alat apapun juga atas kelakuan orang-orang lain sesuai dengan apa yang diinginkan.namun demikian,jika dihubungkan dengan konsep kemimpinan maka kekuasaan dapat diartikan sebagai suatu potensi pengaruh dari seorang pemimpin.secara sederhana,kepemimpinan adalah suatu proses untuk mempengaruhi aktivitas-aktivitas individu atau kelompok dalam usaha untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu,sedangkan sumber yang memungkinkan seorang pemimpin mendapatkan hak untuk mengajak atau mempengaruhi orang-orang lain adalah kekuasaan.
perbedaan penting antara kekuasaan dengan otoritas  terletak pada kenyataan bahwa kekuasaan pada hakikatnya diletakkan pada kepribadian individu,sedangkan otoritas selalu dikaitkan dengan posisi atau peranan  sosial.
weber membedakan tiga macam tipe dasar otoritas yaitu sebagai berikut:
1.      Otoritas Tradisional : otoritas ini muncul karena kepercayaan orang pada tradisi termasuk status seseorang yang karena tradisi mempunyai hak untuk memerintah.
2.      Otoritas Karismatik : otoritas ini muncul karena seseorang mempunyai keunggulan pribadi yang luar biasa yang menyebabkan orang tersebut dianggap  mempunyai hak untuk memerintah.
3.      Otoritas Legal : otoritas ini muncul karena kepercayaan orang terhadap legalitas aturan, pembagian kerja, dan nhak dari orang yang berkedudukan sebagai pemimpin untuk memerintah.orang percaya bahwa sumber otoritas berasal dari kekuatan hukum. hubungan antara pemimpin dengan para pengikut diatur oleh peraturan yang dibuat melalui pertimbangan rasional dan bersifat impersonal.

B.Sumber dan Jenis Kekuasaan
French dan Raven (1959) telah mengembangkan sebuah taksonomi untuk mengklasifikasi berbagai jenis kekuasaan berdasarkan sumber-sumbernya yaitu sebagai berikut :
1.      Kekuasaan Imbalan (Reward Power) :para pengikut patuh agar dapat memperoleh imbalan yang diyakini dimiliki pemimpin atau pengendalian pemimpin atas imbalan yang bernilai bagi bawahan.kekuasaan ini merupakan potensi pemimpin vuntuk memberikan valensi positif dan mengurangi  valensi negatif.valensi positif adalah sesuatu yang diharapkan atau menyenangkan sedangkan valensi negatif adalah sesuatu yang dihindari atau tidak menyenangkan.kekuasaan ini dapat mempercepat kerja sama dan rasa nilai diri,dapat berfungsi  sebagai motivator dan merupakan cara untuk menarik prioritas kelompok.
2.      Kekuasaan Paksaan (Coercive Power) : para pengikut patuh agar dapat menghindari hukuman yang diyakini dipunyai pemimpin atau pengendalian pemimpin atas hukuman.kekuasaan ini cocok untuk tindakan pendisiplinan , menimbulkan rasa takut sehingga  efektif dipergunakan untuk perubahan  perilaku dan sebagai upaya terakhir jika kekuasaan lain tidak berhasil.akan tetapi ,kekuasaan ini cenderung merendahkan tugas para pengikut , menghancyrkan kepercayaan dan komitmen ,serta mengahabiskan energi emosional dan tenaga pemimpin.
3.    Kekuasaan Legitimasi ( Legitimate Power ):para pengikut  patuh karena percaya bahwa pemimpin mempunyai hak untuk meminta dan para pengikut mempunyai kewajiban untuk mematuhinya. kekuasaan ini secara organisatoris dan kultural diperbolehkan ,mudah menggunakannya dan sangat efektif untuk mendapat kepatuhan,tetapi merendahkna kinerja dan kepuasan bawahan serta hanya dipatuhi oleh orang yang berada dalam yurisdiksi kekuasaan.
4.    Kekuasaan Keahlian (Expert Power ):para pengikut patuh karena percaya bahwa pemimpin mempunyai pengetahuan dan kompetensi.kekuasaan ini mengakibatkan kepuasaan kinerja tugas yang tinggi dari pengikut , seta memerlukan energi emosional yang rendah dari pemimpin. akan tetappi ,kekuasaan ini memerlukan waktu lama untuk memperoleh kepatuhan terutama dalam hal perilaku salah dan jika pengikut tidak mempunyai tujuan yang sama dengan pemipin.
5.    Kekuasaan Referensi (Referent Power) :para pengikut patuh karens mengagumi atau mengidentifikasikan dirinya dengan pemimpin dan ingin memperoleh penerimaan dari pemimpin.kekuasaan ini dapat mengakibatkan kepuasaan dan kinerja yang tinggi dari pengikutnya, tetapi untuk mengembangkannya memerlukan waktu yang lama,dapat hilang jika terlalu banyak dipakai , dan harus disertai dengan pemilkaan pengetahuan yang diperlukan dan keterampilan impersonal.
Konseptualisasi lain mengenai sumber-sumber kekuasaan adalah dikotomi antara position power (kekuasaan karena kedudukan) dan personal power (kekuasaan pribadi )  yang  dikemukakan oleh Amitai Etzioni.menurut Etzioni perbedaan keduanya berasal dari konsep kekuasaan itu sendiri  sebagai suatu kemampuan untuk mempengaruhi perilaku.
1.    Position Power (Kekuasaan Karena Kedudukan) adalah pengaruh potensial yang berasal dari kewenangan yang sah (legitimate authority),kontrol terhadap sumber-sumber daya dan imbalan,kontol terhadap hukuman,kontrol terhadap organisasi mengenai lingkungan pekerjaan dan pekerjaan fisik.
2.    Personal Power (kekuasaan pribadi )  
kekuasaan ini berasal dari keahlian dalam tugas,persahabatan dan kesetian, kemampuan persuasif,dan kharismatik dari seorang pemimpin.
Sementara itu Kenneth W Thomas mengelompokkan kekuasaan menjadi 2 sebagai berikut:
1.    Kekuasaan Personal :kekuasaanyang bersumber pada kualitas atau pengetahuan seseorang meliputi kekuasaan informasi,keahlian dan referensi.
2.    Kekuasaan Posisional : kekuasaan ini bersumber dari otoritas dan sumber-sumber yang berkaitan dengan posisi seseorang meliputi otoritas,kekuasaan imbalan dan paksaan.
Menurut Organ dan Bateman mengemukakan sumber kekuasaan dalam organisasi terdiri dari:
1.    Legitimasi
2.    Kontrol terhadap Sumber Daya
3.    Keahlian
4.    Hubungan Sosial
5.    Karakteristik Sosial
Menurut Stepen P Robbins sumber kekuasaan terdiri dari :
1.    Posisi
2.    Sifat-Sifat Personal
3.    Keahlian
4.    Peluang
Sedangkan basis kekuasaan menurut Stepen P Robbins terdiri dari :
1.    Paksaan
2.    Imbalan
3.    Persuasi
4.    Pengetahuan

C.Dinamika Kekuasaan
Kekuasaan yang dimiliki suatu unit organisasi menurut teori ini tergantung pada tiga faktor yaitu keahlian dalam maslah -masalah penting,sentralisasi unit kerja, dan tingkat kekhususan keahlian dari unit tersebut.
proses-proses  politisi umum dalam organisasi adalah berikut ini :
1.    Koalisi,dibentuk untuk mendukung atau menentang suatu kebijakan, program, atau perubahan tertentu.
2.    Kontrol terhadap keputusan penting,kekuasaan dapat dipertahankan dengan mengendalikan atau mengontrolkeputusan-keputusan penting,seperti alokasi sumber daya yang langka, pengembangan rencana dan kebijakan.
3.    Kooptasi, bertujuan untuk mengurangi oposisi terhadap suatu kebijakan yang dukungannya dibutuhkan.
4.    Pelembagaan merupakan proses atau upaya dari anggota sistem sosial yang mempunyai kekuasaan untuk melindungi dan meningkatkan  kekuasaannya.
D.Penggunaan Kekuasaan
Menurut James A Lee, kekuasaan para pengikut dapat dibedakan menjadi 3 kategori yaitu sebagai berikut;
1.    Kekuasaan Kolektif : kekuasaan yang diperoleh dari berbagai organisasi diluar organisasinya.
2.    Kekuasaan Legal :  kekuasaan yang berasal dari berbagai peraturan maupun perjanjian,seperti jam kerja ,gaji, hak cuti, kesehatan, dan sebagainya
3.    Kekuasaan Berlebih : kekuasaan ini bersumber pada kecenderungan tindakan menentang keputusan , seperti melanggar kebijak yang ditetapkan, mogok kerja.
Cara untuk mempertahankan dan meningkatkan kekuasaan yaitu sebagai beikut:
1.    Gunakan simbol-simbol kewenangan
2.    Usahakan agar orang mengakui kewenangan
3.    Gunakan kewenangan secara teratur.
4.    Gunakan saluran yang tepat dalam memberi perintah.
5.    Dukung dengan reward dan coercive power.
kegiatan belajar 2
PENGARUH
A.Pengertian Pengaruh
Pengaruh merupakan kemampuan seseorang untuk mengubah sikap,perilaku orang atau kelompok dengan cara-cara yang spesifik.pengaruh diperlukan untuk "menjual " gagasan-gagasan ,untuk mendapatkan penerimaan dari kebijakan-kebijakan atau rencana -rencana untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan sesuatu.
B. Proses -Proses Mempengaruhi
Proses mempegaruhi adalah proses dimana orang yang mempengaruhi berusaha mengubah sikap ,perilaku,nilai-nilai ,norma,kepercayaan ,pikiran,dan tujuan dari orang yang dipengaruhi secara sistematis (wirawan , 2002:135 ).proses mempengaruhi,  menurut  Kelman dapat dibedakan menjadi 3 bentuk yaitu sebagai berikut:
1.    Instumental Compliance
2.    Internalization
3.    Identification
Proses-proses mempengaruhi, menurut  Wirawan (2002) meliputi unsur-unsur sebagai berikut :
1.    Pemimpin dan Pengikut
2.    Perilaku Mempengaruhi
3.    Keluaran Mempengaruhi
4.    Keluaran Kepemimpinan
5.    Umpan Balik
Agar proses-proses mempengaruhi dapat berhasil ,ada beberapa faktor yang harus dimilki oleh pemimpin,seperti berikut :
1.    Kredibilitas yaitu kualitas yang dimilki seseorang agar dapat dipercaya atau diyakini oleh orang lain.
2.    Keterampilan negoisasi.
C. Taktik-Taktik Mempengaruhi
Sejumlah studi telah dilakukan untuk mengidentifikasi kategori-kategori perilaku mempengaruhi,yang lebih dikenal sebagai taktik-taktik mempengaruhi. Yukl dan Falber (1990 ), Yukl, Lepsinger dan Lucia (1992), Yukl dan Tracey (1993) telah mengidentifikasi sembilan taktik mempengaruhi yaitu sebagai berikut:
1.    Taktik Mengesahkan ( Legitimating Tactics)
2.    Taktik Persuasi Rasional ( Rational Persuation)
3.    Taktik Permintaan Berinspirasi (Inspirational Appeal )
4.    Taktik Konsultasi ( Consultation Tactics)
5.    Taktik Pertukaran ( Exchange Tactics)
6.    Taktik Permintaan Pribadi ( Personal Appeals)
7.    Taktik Menjilat ( Ingratiation Tactics)
8.    Taktik Menekan ( Pressure Tactics )
9.    Taktik Berkoalisi ( Coalition Tactics )
Kegiatan Belajar 3
KONFLIK
A. Pengertian Konflik
Istilah konflik berasal dari kata con-fligere, conflictum = saling berbenturan ,yaitu semua bentuk benturan ,ketidakserasian,pertentangan,oposisi, dan interaksi yang bertentangan.jadi kata konflik pada umumnya meujuk pada konsep oposisi, kelangkaan,halangan,interaksi yang bertentangan, benturan antara macam-macam paham ,perselisihan,kompetisi, kurang mufakat,pergesekan, dan perlawanan dengan senjata dan perang.
B. Beberapa Pandangan Tentang Konflik
Ada beberapa pandangan-pandangan konflik yaitu sebagai berikut:
1.    Pandangan tradisonal,mengenai konflik mengasumsikan bahwa senua konflik adalah jelek
2.    Pandangan behavioral atau netral, menurut pandangan ini ,konflik merupakan ciri hakiki tingkah laku manusia yang berkembang/dinamis.
3.    Pandangan interaksionis, menurut pandangan ini, suaru organisasi yang bebas sama sekali dari konflik merupakan organisasi yang statis, apatis, dan tidak tanggap terhadap kebutuhan akan perubahan.
C.  Pengelolaan Konflik
Pada umumnya konflik berakar dari kepribadian  yang tidak cocok dan dari karakteristik struktural.
1.Konflik Antarpribadi
Konflik ini terjadi jika dua orang atau lebih berinteraksi satu sama lain dalam melaksanakan sesuatu.
untuk memecahkan konflik antar pribadi ,ada beberapa macam cara seperti membuka diri, menerima umpan balik, menaruh percaya pada orang lain.selain itu masih ada cara lain seagai starategi dasar yaitu sebagai berikut:
1.    Strategi kalah-menang (win-lose)
           strategi ini adalah cara yang biasa digunakan untuk memecahkan konflik dimasyarakat amerika.salah satu pihak yang sedang       dalam situasi konflik akan berusaha untuk memaksakan kekuatannya untuk menang dan mengalahkan pihak lain,
2.    Strategi menang-menang (win-win)
            dalam strategi ini kedua belah pihak yang  berkonflik dipertemukan dalam suatu musyawarah dan keduanya pun   menerima  suatu penghargaan yang sama.
3.    Strategi sama-sama merugi ( lose-lose)
dalam strategi ini kedua pihak yang sedang bekonflik sama-sama kehilangan atau  merugi.
2. Konflik Organisasi
Konflik organisasi ini sebenarnya merupakan konflik antarpribadi dan konflik dalam pribadi yang berlangsung dalam suatu organisasi tertentu.
Dalam teori organisasi klasik terdapat 4 struktur yang sering kali menjadi tempat terjadinya konflik yaitu sebagai berikut:
1.    Konflik Hierarki
2.    Konflik Fungsional
3.    Konflik Lini-Staf
4.    Konflik Formal-Informal
Sementara itu , Stephen P Robbins (1994: 457-465 ) mengemukakan bahwaq sumber struktural konflik berasal dari sebagai berikut ini :
1.    Kesalingtergantungan Pekerjaan
2.    Ketergantungan Pekerjaan Satu Arah
3.    Diferensiasi  Horisontal Yang Tinggi
4.    Formalisasi Yang Rendah
5.    Ketergantungan Pada Sumber Bersama Yang Langka
6.    Perbedaan Dalam Kriteria Evaluasi Dan Sistem Imbalan
7.    Pengambilan Keputusan Partisipatif
8.    Keanekaragaman Anggota
9.    Ketidaksesuaian Status
10.  Ketidakpuasan Peran
11.  Distorsi Komunikasi



Komentar